Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Ciri, Karakteristik, dan Cara Membedakan Kain Cotton Ima

3:40 AM Add Comment
Ciri, Karakteristik, dan Cara Membedakan Kain Cotton Ima
Image Courtesy of Instagram.com/ommihijab

Cotton Ima adalah salah satu jenis cotton yang memiliki sifat halus dan rapi. Cotton Ima akan memberikan efek dingin yang menyejukkan jika dikenakan sebagai pakaian.

Jika dilihat dengan cermat, jenis Cotton Ima ini memiliki garis-garis kecil yang berasal dari benang slub dan memiliki warna senada dengan warna dasar kain. Karenanya, Cotton Ima ini memiliki kesan elegan dan rapi.

Cotton Ima memiliki ketebalan yang sedang, tidak terlalu tipis dan tidak tebal. Ia juga memiliki pilihan corak dan motif yang beragam.

Umumnya corak pada Cotton Ima ini full color, cerah, ceria, memiliki motif yang lucu, motif bunga yang dominan, dll yang di print rapi di bahan kain ini.

Mengenai jenis Cotton Ima itu sendiri, terdapat 3 jenis Cotton Ima yang umum kita jumpai, yaitu:

  • Cotton Ima Slub (Japan),
  • Cotton Ima Non-Slub (Japan), dan
  • Cotton Ima Lokal.


Adapun ciri-ciri dari jenis Cotton Ima adalah sebagai berikut:


1. Pure Cotton Japanese


Artinya, bahan kain ini asli menggunakan 100% serat cotton tanpa tambahan sintetis. Tulisan tersebut akan terlihat di bagian paling ujung cotton import yang berasal dari negri Sakura ini.


2. Tekstur Cotton Ima


Cotton Ima memiliki tekstur yang tidak berbulu, lebih ringan, dan relatif lebih lembut jika dibandingkan dengan jenis cotton lainnya.


3. Sifat Cotton Ima


Serat cotton alami yang dijadikan bahan utama Cotton Ima dapat menyerap keringat dengan sangat baik.


4. Harga Cotton Ima


Dilihat dari sisi harga, Cotton Ima memiliki harga yang terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan cotton biasa.

Banyak yang mengatakan jika Cotton Ima memiliki tampilan fisik yang shinny atau mengkilap, tetapi ternyata kain cotton shinny yang dimaksud tersebut lebih dikenal dengan sebutan cotton sateen/satin.

Ciri, Karakteristik dan Cara Membedakan Kualitas Kain Jenis Crepe

3:19 AM Add Comment
Jenis-Jenis Kain Crepe
Image Courtesy of Instagram.com/ommihijab

Crepe adalah bahan kain yang memiliki tekstur yang sangat unik dan memiliki ciri khas pada benang yang dipelintir.

Ia terlihat kusut dan kasar, atau tampak berkerut. Namun jika dipegang teksturnya terasa lembut. Permukaan kasar tersebut adalah hasil dari sebuah proses tenun.

Beragam proses yang dilakukan tersebut, bisa jadi dengan proses tenun yang ketat, atau mengikat erat serat kain secara melingkar sebelum proses tenun dilakukan lalu dijalankan dengan proses tenun yang acak.

Ada pun dengan menambah bentuk-bentuk timbul tertentu atau biasa dikenal dengan proses emboss pada sebuah kain yang telah jadi menggunakan alat khusus.

Ada banyak serat kain yang bisa menghasilkan kain Crepe, beberapa serat tersebut diantaranya adalah:
  • Serat sutra asli yang dihasilkan oleh ulat (Silk),
  • Serat sutra sintetis (silk-like), serta
  • Serat katun.

Dikarenakan proses pembuatan Crepe yang cukup sulit, pada tahun 1911, sejumlah produsen garment menjaga ketat rahasia pembuatan bahan Crepe ini, sehingga terciptalah berbagai jenis Crepe yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis kain Crepe:


1. Crepe de Chine


Jenis kain Crepe de Chine ini memiliki massa yang ringan. Biasanya terbuat dari benang sutra dan menghasilkan tekstur berpasir/berkerikil yang jika dipegang terasa sangat lembut.

Selain itu, finishing warnanya juga tidak berkilau/kilap (matte finish), dan sering kali dibuat untuk baju-baju gaun/dress yang mewah.

Kekurangan dari jenis kain ini adalah ia tidak tahan lama jika terkena pancaran sinar matahari secara langsung.


2. Crepe Georgette


Bahan Crepe Georgette ini cirinya tipis, kebanyakan dibuat dari sutra, baik itu sutra yang asli maupun sutra buatan. Ia tidak mengkilap dan berlebihan, namun memiliki daya kelenturan/elastisitas yang cukup baik.

Ciri lain dari Crepe Georgette ini adalah bahannya yang transparan dan memiliki warna yang tidak tajam atau tampak pudar.

Di pasaran, kain Crepe Georgette lebih dikenal dengan sebutan chiffon atau kain sifon.

Umumnya, kain jenis Crepe Georgette ini digunakan sebagai pakaian wanita. Mulai dari dress, blouse, dan juga banyak digunakan untuk bahan pembuatan kerudung atau Jilbab.

Nama Georgette sendiri diambil dari nama seorang dressmaker asal Prancis bernama Georgette de la Plant pada awal abad ke 20.


3. Crepe Marocain


Kain ini memiliki tekstur yang berat dengan garis-garis tegas. Ia terbuat dari sutra, rayon, atau wol. Jenis kain ini dibuat dengan menggunakan pemutaran benang pada bagian weft secara berat. Sehingga menghasilkan jenis kain dengan karakter bergelombang, tekstur garis/jalur.

Biasanya, kain jenis Crepe Marocain digunakan untuk pembuatan dress atau suit. Uniknya, di era Victorian, bahan ini dijadikan sebuah pakaian janda yang sedang berkabung, dan juga kerudung untuk biarawati.


4. Wool Crepe


Kain ini umumnya dibuat dengan teknik tenun polos atau plain weave yang terbuat dari material serat wool. Serat wool yang digunakan didapat dari bulu hewan tertentu, seperti:
  • Kambing Cashmier,
  • Kambing angora, dan
  • Kelinci angora.

Bahan Crepe Wool memberikan proteksi yang sangat baik terhadap kondisi dingin. Bahan ini juga tahan terhadap api dan dapat menahan air tanpa merasa basah.

Biasanya, wool tebal digunakan untuk membuat kain Wool Crepe yang berat. Sedangkan wool yang halus digunakan untuk membuat kain Crepe yang ringan.

Karakter kerutannya didapat dari penggunaan alternatif Z dan S twist yarns. Artinya, benang yang digunakan dibuat dengan cara diprintil/diputar (twist) ke arah yang berlawanan.

Bahan ini memiliki tekstur yang kasar menyerupai kawat. Biasanya bahan ini dianyam dengan menggunakan kombinasi hand twist.

Mengenal Jenis, Karakteristik dan Cara Merawat Kain Jacquard

11:47 PM Add Comment
Kain Jacquard
Kain Jacquard - Image Courtesy of Matahari-textile.com

Kain Jacquard adalah kain yang memiliki pola/motif yang ditenun menjadi kain. Kain bermotif tersebut bukan hasil dari proses cetak diatasnya, melainkan dihasilkan dari proses tenun.

Kain Jacquard dibuat dengan menggunakan metode khusus dalam menenun kain berpola, yaitu dengan menggunakan mesin tenun Jacquard yang dinamai seperti nama penemunya; Joseph Marie Jacquard. [1]

Dengan menggunakan mesin Jacquard, motif kain yang dihasilkannya pun sangat beragam. Mulai dari motif geometris sampai dengan motif bunga.

Selain itu, karakteristik kain Jacquard ini memiliki lapisan kain yang berkilap dan licin serta tampak sedikit berkilau. Sehingga, tidak sedikit orang yang menyukai jenis kain Jacquard ini.

Bahan yang digunakan untuk membuat kain Jacquard itu sendiri banyak sekali macamnya, beberapa diantaranya ada yang menggunakan bahan katun, sutra, wool, linen, dan polyester. Namun yang paling sering ditemui dipasaran adalah kain jacquard yang dibuat dari bahan polyester.

Saat ini terdapat mesin tenun jacquard dengan teknologi timbul yang menjadikan kain Jacquard biasa menjadi tampak lebih cantik, yaitu dengan teknik finishing kerut atau timbul dan sebagainya.

Kain Jacquard yang telah melalui proses finishing dengan efek kerut atau timbul (emboss) disebut Jacquard Wrinkle Embossed.

Kain Jacquard Wrinkle Embossed
Jacquard Wrinkle Embossed - Image Courtesy of www.globaltextiles.com

Kain jenis ini biasa dijadikan salah satu bahan untuk busana pengantin, dress, gaun malam, ataupun busana muslimah.

Jacquard dengan tekstur kerut dan emboss motif Paisley ini memberikan kesan mewah untuk setiap detailnya, selain itu kain ini juga sangat fleksibel.

Terdapat juga jenis kain Jacquard Quilting yang biasa digunakan untuk bahan springbed. Kain ini memiliki serat yang tebal serat kain lebih padat dan terlihat lebih glossy dengan motif emboss (timbul) sehingga terlihat sangat mewah.

Kain Jacquard Quilting
Kain Jacquard Quilting - Image Courtesy of Aliexpress.com

Kain jenis ini terbuat dari bahan 100% cotton sehingga sangat dingin, lembut, tidak luntur dan tidak berbulu. Selain itu, kain jenis Jacquar Quilting memiliki warna yang sama antara motif dan background sprei.

Kain Jacquard Chinese
Kain Jacquard Chinese - Image Courtesy of www.chinese-fashion.com

Selain bahan yang disebutkan, ada juga jenis kain Jaquard motif timbul China yang disebut Jacquard Chinese. Kain ini biasanya digunakan untuk membuat busana khas China yang biasa disebut Cheongsam.

Untuk perawatan kain Jacquard, pada saat menyetrika sebaiknya menggunakan setrika uap; hal ini akan lebih memudahkan Anda dalam menyetrika. Hindari penggunaan setrika besi.

Wool Peach (Wolfis): Ciri, Karakteristik dan Cara Membedakan Kualitas Kain Wolfis

4:32 AM Add Comment
Wool Peach adalah bahan kain yang terbuat dari katun, sutra, dan campuran serat sintetis. Bahan Wool Peach umumnya tipis, ringan, namun tidak tembus pandang.

Wool Peach atau wolfis terbuat dari campuran serat sintetis, sehingga warna printing pada Wool Peach bisa lebih hidup daripada kain jenis lainnya seperti chiffon, sutera, saten, katun,dan lain-lain.

Kain Wool Peach/Wolfis

Selain itu, kelebihan utama kain Wool Peach atau yang biasa disebut dengan Wolfis ini adalah kainnya yang tebal, tidak melar, adem ketika dikenakan, tidak tampak berserat, struktur permukaan kainnya halus, dan ketika dikenakan tidak kaku (jatuh).

Oleh karena keistimewaannya itu, banyak orang mulai mencari bahan wolfis untuk dijadikan busana muslimnya seperti kerudung.

Namun, terdapat banyak sekali perbedaan nama terkait bahan Wool Peach ini. Ada yang menyebutnya dengan sebutan Wolfis, Wolvis, ataupun Wolpit.

Dengan adanya perbedaan nama tersebut, seringkali kita dibuat bingung karenanya.
  • Jika namanya berbeda-beda, apakah bahannya pun memiliki perbedaan?
  • Apa benar yang kita maksudkan dengan kain yang kita inginkan adalah Wolfis, Wolvis, Wool Peach atau Wolpit?
  • Apakah perbedaan nama ini memiliki konsekuensi terhadap perbedaan kualitas kainnya juga?

Mengingat memang kain wolfis ini memiliki kualitas yang berbeda-beda. Ada kualitas kain wolfis yang halus, ada yang agak kasar, ada yang tebal, dan ada juga yang tipis.

Lalu apakah benar perbedaan nama kain ini menunjukkan perbedaan kualitas?

Sebatas yang kami ketahui, perbedaan nama ini tidak lain adalah karena perbedaan ejaan saja.

Karena kebanyakan pada kain wolfis ini - yang tertuliskan di roll atau gulungan kain itu biasanya Wool Peach. Dimana ketika orang membaca tulisan ini, cara mengejanya berbeda-beda.

Terkadang disesuaikan dengan logat bahasa yang sering dipakai di daerah penjual kain tersebut. Jadi perbedaan nama kain ini tidak menunjukkan perbedaan kualitas kain wolfis yang dijualnya.

Jadi mau namanya kain Wolfis, Wolpit, Wool Peach, atau Wolvis, semuanya memiliki maksud terhadap jenis kain yang sama.

Jika anda ingin mengetahui jenis kualitas kain wolfis yang dijual sebuah toko, maka hendaknya langsung ditanyakan ke pihak penjual, atau dicek pada deskripsi kainnya.

Namun jika itu adalah penjual online, apakah yang dijual itu kain wolfis dengan kualitas yang tebal, sedikit kaku dan kasar? Ataukah kain wolfis yang halus, lebih jatuh, tidak tipis, dan tidak transparan?

Biasanya hal ini pun dapat dilihat dari harga kainnya. Berbeda kualitas kain wolfis; maka berbeda pula harga modal kain wolfisnya - yang tentu dapat berimbas pada perbedaan harga jual kain wolfis itu sendiri.